Showing posts with label Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa. Show all posts

October 15, 2010

Jenis Kalimat Berdasarkan Fungsi (Modus)

Menurut fungsinya, jenis kalimat dapat dirinci menjadi kalimat pernyataan, kalimat pertanyaan, kalimat perintah, dan kalimat seruan. Semua jeis kalimat itu dapat disajikan dalam bentuk positif dan negatif. Dalam bahasa lisan, intonasi yang khas menjelaskan kapan kita berhadapan dengan salah satu jenis itu. Dalam bahasa tulisan, perbedaannya dijelaskan oleh bermacam-macam tanda baca.

a. Kalimat Pernyataan (Deklaratif)
Kalimat pernyataan dipakai jika penutur ingin menyatakan sesuatu dengan lengkap pada waktu ia ingin menyampaikan informasi kepada lawan berbahasanya. (Biasanya, intonasi menurun; tanda baca titik).

Misalnya:
Positif
1) Presiden Gus Dur mengadakan kunjungan ke luar negeri.
2) Kampus LIA salah satu sekolah tinggi bahasa terbaik di Yogyakarta.

Negatif
1) Tidak semua dosen menyenangkan.
2) Dalam pameran tersebut para pengunjung tidak mendapat informasi yang memuaskan tentang produk itu.

b. Kalimat Pertanyaan (Interogatif)
Kalimat pertanyaan dipakai jika penutur ingin memperoleh informasi atau reaksi (jawaban) yang diharapkan. (Biasanya, intonasi naik lalu menurun; tanda baca tanda tanya). Pertanyaan sering menggunakan kata tanya seperti bagaimana, di mana, mengapa, berapa, dan kapan.

Misalnya:
Positif
1) Kapan kamu berangkat ke kampus?
2) Mengapa dia gagal dalam ujian?

October 01, 2010

Jenis Kalimat Berdasarkan Bentuk Gaya (Retorika)

Tulisan akan lebih efektif jika di samping kalimat-kalimat yang disusunnya benar, juga gaya penyajiannya (retorikanya) menarik perhatian pembacanya. Walaupun kalimat-kalimat yang disusunnya sudah gramatikal, sesuai dengan kaidah, belum tentu tulisan itu memuaskan pembacanya jika segi retorikanya tidak memikat. Kalimat akan membosankan pembacanya jika selalu disusun dengan konstruksi yang monoton atau tidak bervariasi. Misalnya, konstruksi kalimat itu selalu subjek-predikat-objek-ketengan, atau selalu konstruksi induk kalimat-anak kalimat. Menurut gaya penyampaian atau retorikanya, kalimat majemuk dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu (1) kalimat yang melepas (induk-anak), (2) kalimat yang klimaks (anak-induk), dan (3) kalimat yang berimbang (setara atau campuran).

a. Kalimat yang Melepas
Jika kalimat itu disusun dengan diawali unsur utama, yaitu induk kalimat dan diikuti oleh unsur tembahan, yaitu anak kalimat, gaya penyajian kalimat itu disebut melepas. Unsur anak kalimat ini seakan-akan dilepaskan saja oleh penulisnya dan kalaupun unsur ini tidak diucapkan, kalimat itu sudah bermakna lengkap.

Misalnya:
1) Saya akan dibelikan mio oleh Ayah jika saya lulus ujian sarjana.
2) Semua warga negara harus menaati segala perundang-undangan yang berlaku agar kehidupan di negeri ini berjalan dengan tertib dan aman.

b. Kalimat yang Klimaks
Jika kalimat itu disusun dengan diawali oleh anak kalimat dan diikuti oleh induk kalimat, gaya penyajian kalimat itu disebut berklimaks. Pembaca belum dapat memahami kalimat tersebut jika baru membaca anak kalimatnya. Pembaca akan memahami makna kalimat itu setelah membaca induk kalimatnya. Sebelum kalimat itu selesai, terasa bahwa ada sesuatu yang masih ditunggu, yaitu induk kalimat. Oleh karena itu, penyajian kalimat yang konstruksinya anak-induk terasa berklimaks, dan terasa membentuk ketegangan.

Misalnya:
1) Karena sulit kendaraan, ia datang terlambat ke kampusnya.
2) Setelah 1.138 hari disekap dalam sebuah ruangan akhirnya tiga sandera warga negara Prancis itu dibebaskan juga.

c. Kalimat yang Berimbang
Jika kalimat itu disusun dalam bentuk majemuk setara atau majemuk campuran, gaya penyajian kalimat itu disebut berimbang karena strukturnya memperlihatkan kesejajaran yang sejalan dan dituangkan ke dalam bangun kalimat yang bersimetri.

Misalnya :
1) Bursa saham tampaknya semakin bergairah, investor asing dan domestik berlomba
melakukan transaksi, dan IHSG naik tajam.
2) Jika stabilitas nasional mantap, masyarakat dapat bekerja dengan tenang dan dapat beribadat dengan leluasa.

Ketiga gaya penyampaian tadi terdapat pada kalimat majemuk. Adapun kalimat pada umumnya dapat divariasikan menjadi kalimat yang panjang-pendek dan aktif-pasif.

September 01, 2010

Jenis Kalimat Berdasarkan Jumlah Klausa

Menurut strukturnya, kalimat bahasa Indonesia dapat berupa kalimat tunggal dan dapat pula berupa kalimat mejemuk. Kalimat majemuk dapat bersifat setara (koordinatif0, tidak setara (subordinatif), ataupun campuran (koordiatif-subordinatif). Gagasan yang tunggal dinyatakan dalam kalimat tunggal; gagasan yang bersegi-segi diungkapkan dengan kalimat majemuk.

a. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal terdiri atas satu subjek dan satu predikat. Pada hakikatnya, kalau dilihat dari unsur-unsurnya, kalimat-kalimat yang panjang-panjang dalam bahasa Indonesia dapat dikembalikan kepada kalimat-kalimat dasar yang sederhana. Kalimat-kalimat tunggal yang sederhana itu terdiri atas satu subjek dan satu predikat. Sehubungan dengan it, kalimat-kalimat yang panjang itu dapat pula ditelusuri pola-pola pembentukannya. Kalimat tunggal dapat dibagi lagi berdasar kan jenis predikat yang digunakan.

1)      Kalimat tunggal verbal
Kalimat tunggal verbal adalah kalimat tunggal yang menggunakan kata kerja( verba) sebagai predikat.
Contoh: Dosen membimbing kami.

2)      Kalimat tunggal nominal
Kalimat tunggal nominal adalah kalimat tunggal yang menggunakan kata benda(nomina) sebagai predikat.
Contoh : Pak Dona adalah dosen kami.

3)      Kalimat tunggal adjektival
Kalimat tunggal adverbial adalah kalimat tunggal yang menggunakan kata sifat(adjektiva) sebagai predikat.
Contoh: Hari ini cerah sekali.

4)      Kalimat tunggal numeralia
Kalimat tunggal numeralia adalah kalimat tunggal yang menggunakan kata bilangan (numeric) sebagai predikat.
Contoh: Adik saya dua orang.

5)      Kalimat tunggak adverbial
Kalimat tunggal adverbial adalah kalimat tunggal yang menggunakan kata keterangan (adverb) sebagai predikat dan hanya lazim digunakan dalam bahasa lisan.
Contoh: Banyak mahasiswa ke Bali.

b.   Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih. Kalimat majemuk terdiri atas tiga,yaitu: kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk ccampuran.

1)      Majemuk Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara terjad dari dua kalimat tunggal atau lebi. Kalimat majemuk setara dikelompokkan menjadi empat jenis, sebagai berikut.
a)    Dua kalimat tunggal atau lebih dapat dihubungkan oleh kata dan atau serta jika kedua kalimat tunggal atau lebih itu sejalan, dan hasilnya disebut kalimat majemuk setara penjumlahan.
Contoh:
Kami membaca
Mereka menulis
Kami membaca dan mereka menulis.

Tanda koma dapat digunakan jika kalimat yang digabungkan itu lebih dari dua kalimat tunggal.

Contoh:
Direktur tenang.
Karyawan duduk teratur.
Para nasabah antre.
Direktur tenang, karyawan duduk teratur, dan para nasabah antre.

b)       Kedua kalimat tunggal yang berbentuk kalimat setara itu dapat dihubungkan oleh kata tetapi jika kalimat itu menunjukkan pertentangan, dan hasilnya disebut kalimat majemuk setara pertentangan.
Contoh:
Amerika dan Jepang tergolong negara maju.
Indonesia dan Brunei Darussalam tergolong negara berkembang.
Amerika dan Jepang tergolong negara maju, tetapi Indonesia dan Brunei Darussalam tergolong negara berkembang.

Kata-kata penghubung lain yang dapat digunakan dalam menghubungkan dua kalimat tunggal dalam kalimat majemuk setara pertentangan ialah kata sedangkan dan melainkan seperti kalimat berikut.
Contoh:
Puspiptek terletak di Serpong, sedangkan Industro Pesawat Terbang Nusantara terletak di Bandung.
Ia bukan peneliti, melainkan pedagang.

c)    Dua kalimat tunggal ata lebih dapat dihubungkan oleh kata lalu dan kemudian jika kejadian yang dikemukakannya berurutan.
Contoh:
Mula-mula disebutkan nama-nama juara MTQ tingkat remaja, kemudian disebutkan nama-nama juara MTQ tingkat dewasa.
Upacara serah terima pengurus koperasi sudah selesai, lalu Pak Ustaz membacakan doa selamat.

d)      Dapat pula dua kalimat tunggal atau lebih dihubungkan oleh kata atau jika kalimat itu menunjukkan pemilihan, dan hasilnya disebut kalimat majemuk setara pemilihan.
Contoh:
Para pemilik televisi membayar iuran televisinya di kantor pos yang terdekat, atau para petugas menagihnya ke rumah pemilik televisi langsung.

2) Kalimat Majemuk tidak Setara (Bertingkat)
Kalimat majemuk tidak setara terdiri atas satu suku kalimat yang bebas dan satu suku kalimat atau lebih yang tidak bebas. Jalinan kalimat ini menggambarkan taraf kepentingan yang berbeda-beda di antara unsur gagasan yang majemuk. Inti gagasan dituangkan ke dalam induk kalimat, sedangkan pertaliannya dari sudut pandangan waktu, sebab, akibat, tujuan, syarat, dan sebagainya dengan aspek gagasan yang lain diungkapkan dalam anak kalimat.
Contoh:
Komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern. (tunggal)
Mereka masih dapat mengacaukan data-data komputer. (tunggal)
Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern, mereka masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.

Kalimat majemuk tak setara terbagi dalam bentuk anak kalimat dan induk kalimat. Induk kalimat ialah inti gagasan, sedangkan anak kalimat ialah pertalian gagasan dengan hal-hal lain.
Contoh:
Apabila engkau ingin melihat bak mandi panas, saya akan membawamu ke hotel hotel besar.
Anak kalimat:
Apabila engkau ingin melihat bak mandi panas.
Induk kalimat:
Saya akan membawamu ke hotel-hotel besar.

Penanda anak kalimat ialah kata walaupun, meskipun, sungguhpun, karena, apabila, jika, kalau, sebab, agar, supaya, ketika, sehingga, setelah, sesudah, sebelum, kendatipun, bahwa, dan sebagainya.

3) Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat jenis ini terdiri atas kalimat majemuk taksetara (bertingkat) dan kalimat majemuk setara, atau terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk taksetara (bertingkat).
Misalnya:
Karena hari sudah malam, kami berhenti dan langsung pulang.
Kami pulang, tetapi mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai.

Kalimat pertama terdiri atas induk kalimat yang berupa kalimat majemuk setara, kami pulang, tetapi mereka masih bekerja, dan anak kalimat karena tugasnya belum selesai. Jadi, susunan kalimat kedua adalah setara ditambah bertingkat.

August 15, 2010

Jenis Kalimat Berdasarkan Pengucapan

Kalimat berdasarkan pengucapan terbagi atas dua, yaitu kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.

a.  Kalimat langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang merupakan hasil kutipan  pembicaraan seseorang  yang persis seperti apa yang dikatakan.
Contoh: Dosen berkata, “Siapkan presentasi kalian”.

b.   Kalimat tidak langsung
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang berisi pembicaraan seseorang dari sudut pandang pihak ketiga.
Contoh: Dosen mengingatkan kami untuk menyiapkan presentasi kami.

August 01, 2010

Pola Dasar Kalimat

Setelah membicarakan beberapa unsur yang membentuk sebuah kalimat yang benar, kita telah dapat menentukan pola kalimat dasar itu sendiri. Berdasarkan penelitian para ahli, pola kalimat dasar dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

1. KB + KK : Mahasiswa berdiskusi.

2. KB + KS : Dosen itu ramah.

3. KB + KBil : Harga buku itu sepuluh ribu rupiah.

4. KB + (KD + KB) : Tinggalnya di Palembang.

5. KB1 + KK + KB2 : Mereka menonton film.

6. KB1 + KK + KB2 + KB3 : Paman mencarikan saya pekerjaan.

7. KB1 + KB2 : Rustam peneliti.

Ketujuh pola kalimat dasar ini dapat diperluas dengan berbagai keterangan dan dapat pula pola-pola dasar itu digabung-gabungkan sehingga kalimat menjadi luas dan kompleks.

July 01, 2010

Pengertian Kalimat

Kalimat yang formal, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki subjek (S) dan predikat (P). kalau tidak memiliki unsur subjek dan unsur predikat, pernyataan itu bukanlah kalimat. Dengan kata yang seperti itu hanya dapat disebut sebagai frasa. Inilah yang membedakan kalimat dengan frasa. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).

June 15, 2010

Jenis-Jenis Kalimat dalam Bahasa Indonesia

Kalimat terbagi atas banyak jenis berdasarkan empat kriteria, yaitu: pengucapan, jumlah klausa, dan fungsi.

1.      Jenis kalimat berdasarkan pengucapan.
a.    Kalimat langsung
b.   Kalimat tidak langsung

2.      Jenis kalimat berdasarkan jumlah klausa( struktur gramatikalnya)
a. Kalimat Tunggal
1)      Kalimat tunggal verbal
2)      Kalimat tunggal nominal
3)      Kalimat tunggal adjektival
4)      Kalimat tunggal numeralia
5)      Kalimat tunggak adverbial
b.   Kalimat Majemuk
1)      Majemuk Majemuk Setara
a)   kalimat majemuk setara penjumlahan.
b)      kalimat majemuk setara pertentangan.
c)      kalimat majemuk setara pemilihan.
2) Kalimat Majemuk tidak Setara(Bertingkat)
3) Kalimat Majemuk Campuran

3.      Jenis kalimat berdasarkan bentuk gaya (retorika)
a. Kalimat yang Melepas
b. Kalimat yang Klimaks
c. Kalimat yang Berimbang

4.      Jenis kalimat berdasarkan fungsi (modus)
a. Kalimat Pernyataan (Deklaratif)
b. Kalimat Pertanyaan (Interogatif)
            c. Kalimat Perintah dan Permintaan (Imperatif)
            d. Kalimat Seruan